This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 27 November 2016

Tahap Pelaksanaan Aplikasi Program Tumpang Sari
Ketela Gajah, Cabai Lokal Dan Kacang Tanah
Desa Sekar Gadung Kec. Panggungrejo Kab. Blitar

Tanggal           : 1 november 2016
Aplikator         : Bapak sofyan
Luas lahan       : 20x30 m2
Komodity         : Ketela gajah, cabai lokal dan kacang tanah.
Populasi           : Ketela 243 batang, Cabai 540 bibit, kacang tanah 3807 biji.

A.      MANAJEMEN BUDIDAYA
1.      OLAH LAHAN
Pengolahan lahan dilakukan dengan dibajak menggunakan traktor kemudian dilanjutkan dengan pembuatan guludan dengan ukuran 1x30 m2 dengan tinggi guludan 30 cm disertai dengan pemberian kompos sedalam 30 cm dibawah guludan yang akan dibuat
Setelah guludan jadi tahap selanjutnya adalah pembuatan lubang tanam dengan kedalaman kurang lebih 5-7 cm untuk ketela dan 3-5 cm untuk cabai dan kacang dengan jarak tanam untuk ketela 1x1 m2, cabai 1x0.5 m2 dan kacang tanah 0.25x0.25 (9 titik diantara ketela),0,25x0.25 (3 titik diantara cabai).
Kemudian pemupukan dasar dilakukan dengan menggunakan pupuk MANUTTA GOLD B dengan dosis 3 tutup botol per 14 liter air dilakukan dengan cara disemprotkan kepada lubang tanam yang sudah dibuat. Setelah pupuk dasar dilakukan tahap terakhir adalah mendiamkan tanah selama 3 hari sebelum proses penanaman dilakukan.


            Gambar 01. Lahan aplikasi tumpang sari ketela gajah ,cabai dan kacang tanah

      

Populasi tanaman.
No.
Komoditi
Luas lahan
Jarak tanam
Populasi
Keterangan
1
Ketela Gajah
10x30 m2
1x1 m2
243 pohon

2
Cabai lokal
10x30 m2
1x0.5 m2
540 pohon

3
Kacang Tanah
20x30 m2
0.25x025 m2
3807 titik



Gambar 02. Proses pengukuran dan pembuatan lubang tanam

B.      PEMBIBITAN
1.         Ketela Gajah
                 Pemilihan bibit ketela yang diambil adalah bibit ketela yang usia kisaran 8-10 bulan dan bibit tidak cacat dan tidak terserang penyakit. Bibit ketela yang sudah dipilih kemudian dipotong dengan panjang 17 cm,kemudian bibit direndam dengan pupuk MANUTTA GOLD A dengan dosis 2 tutup dilarutkan kedalam 14 liter selama 3 jam sebelum tanam.


            Gambar 03. bibit ketela gajah unggul


2.    Cabai
Bibit cabai yang ditanam adalah bibit cabai lokal yang berumur 20 hari setelah semai. Bibit disemprot dengan menggunkan campuran MANUTTA GOLD A + 14 liter air sebelum tanam.

Gambar 04. Bibit cabai lokal


3.      Kacang tanah
Benih kacang tanah yang digunakan adalah kacang tanah lokal yang sudah berumur 4 bulan . sebelum tanam bibit direndam menggunakan MANUTTA GOLD A + 14 liter air selama 3 jam sebelum tanam.


Gambar 05. Benih kacang tanah



C.      PENANAMAN
Penanaman ketela gajah,cabai, dan kacang tanah dilakukan setelah 3 hari penyemprotan pupuk dasar dan perendaman bibit dengan menggunakan MANUTTA GOLD A yang dilarutkan kedalam 14 liter air selama 3 jam.
Metode penanaman ketela yaitu ditancapkan kedalam lubang tanam yang sudah dibuat dengan jarak tanam 1x1 m2.



Gambar 06. Metode penanaman ketela

            Penanaman cabai dilakukan dengan memindahkan bibit dari tempat pembenihan kedalam lubang tanam dan kemudian di tutup dengan tanah pada sekitar lubang tanam.


Gambar 07. Penanaman cabai

Penanaman kacang tanah dilakukan dengan memeberi satu biji untuk satu lubang tanam kdan kemudian ditimbun dengan tanah.


Gambar 08. Penanaman kacang tanah

Setelah semua penanaman selesai semprotkan MANUTTA GOLD B pada setiap bibit dan benih yang sudah ditanam dengan dosis 3 tutup untuk 14 liter air.


D.     PERAWATAN
            Perawatan dilakukan secara bertahap sesuai umur umur dari masing masing tanaman.

Kalender perawatan.
No.
Komoditi
Umur
Perawatan
1
Ketela Gajah
0-30 hari
Pemupukan MANUTTA GOLD B dan A


31-60 hari
Pemupukan MANUTTA GOLD B dan A



Penyiangan gulma


61-90 hari
Pemupukan MANUTTA GOLD B dan A



Penyiangan gulma



pendangiran guludan dan penambahan kompos



seleksi batang yang tidak seragam


91-120 hari
Pemupukan MANUTTA GOLD B dan A



Penyiangan gulma



perempelan 50 % daun dari yang paling tua


121-240 hari
Penyiangan gulma



perempelan 50 % daun dari yang paling tua



pengairan (bila diperlukan)
2
Cabai lokal
0-30 hari
Pemupukan MANUTTA GOLD B dan A



Penyiangan gulma



pewiwilan cabang 


31-60 hari
Pemupukan MANUTTA GOLD B dan A



penyemprotan PACAR



Penyiangan gulma


61-90 hari
Pemupukan MANUTTA GOLD B dan A



Penyiangan gulma + penyemprotan PACAR



mulai pemanenan


91-240 hari
Pemupukan MANUTTA GOLD B dan A



Penyiangan gulma + penyemprotan PACAR



Pemanenan
3
Kacang tanah
0-30 hari
Pemupukan MANUTTA GOLD B dan A



Penyiangan gulma


31-60 hari
Pemupukan MANUTTA GOLD B dan A



penyemprotan PACAR



Penyiangan gulma


61-90 hari
Pemupukan MANUTTA GOLD B dan A



penyemprotan PACAR



Penyiangan gulma


91-240 hari
Pemupukan MANUTTA GOLD B dan A



penyemprotan PACAR



Penyiangan gulma



mulai pemanenan

Ket       : - pemupukan MANUTTA B dilakukan pada hari senin dan MANUTTA A dihari kamis
              - pemupukan dilkukan interval satu minggu
              - penggunaan PACAR (pestisida asap cair) dilakukan bersamaan dengan
    penyemprotan MANUTTA A dengan dosis 2 tutup per 14 liter air
              - pewiwilan pada cabai dilakukan ketika tumbuh cabang baru pada ketiak daun.
              - hasil dari rempelan daun ketela bisa dikembalikan ketanah lagi (pupuk) atau
    digunakan untuk pakan ternak
  - sisa daun dari pemanenan kacang juga bisa dikembalikan ke tanah (pupuk)
    bersamaan dengan pendangiran guludan



Form perawatan Ketela Gajah
No.
Tanggal
Usia (HST)
Pemupukan
Perawatan
Petugas

MA
MB
PACAR
penyiangan gulma
seleksi batang
perempelan daun




















































































































































































































































































































































































Blitar,                   2016


Koodinator kekerabatan,



Koordinator BKT



































Zaki yamani



Agus Kurniawan



            Form perawatan Cabai lokal
No.
Tanggal
Usia (HST)
Pemupukan
Perawatan
Petugas
Keterangan

MA
MB
PACAR
penyiangan gulma
Pewiwilan cabang


















































































































































































































































































































































Blitar,                   2016


Koodinator kekerabatan,



Koordinator BKT



































Zaki yamani



Agus Kurniawan


            



Form perwatan kacang tanah
No.
Tanggal
Usia (HST)
Pemupukan
Perawatan
Petugas
Keterangan

MA
MB
PACAR
penyiangan gulma
pendangiran



















































































































































































































































































































































































Blitar,                   2016


Koodinator kekerabatan,



Koordinator BKT



































Zaki yamani



Agus Kurniawan




E.      PEMANENAN
Pemanenan dilakukan ketika tanaman sudah mencapai umur yang sudah diperkirakan serta melihat kondisi fisik tanaman. Untuk tanaman ketela bisa dipanen setelah berumur 8-10 bulan setelah tanam ditandai juga dengan meretaknya tanah dibawah pohon. Metode pemanenan dilkukan dengan cara dicabut dan kemudian dibersihakna tanah yan menempel pada ketelanya. Pohon induk bisa digunakan untuk bibit kembali.
Untuk cabai pemanenan bisa dilakukan setelah tanaman berumur dua bulan dan mulai berbunga, pemanenan dilakukan secara continue per periode waktu sesuai masa berbunga tanaman cabai,semisal 2 minggu sekali, umur tanaman cabai berkisar antara 8-12 bulan setelah tanam. Pemanenan dilakukan dengan cara di petik pada beberapa buah yang sudah daam kategori tua ditandai dengan warna dan bentuk cabai.
Kacang panjang dipanen kisaran umur 4 bulan ditandai dengan banyak daun yang mulai menua berwarna kning dan ambil sampel uji kelayakan panen dari beberapa titik. Pemanenan dilakukan dengan cara dicabut dan tanah yang masih menempel dirontokkan, kemudaian potong batang yang masih menempel dengan kacang. Pemanfaata daun kacang setelah panen bisa dijadikan pakan ternak dan dijadikan kompos dengan cara d timbun pada tanah semula.











No.
Tanggal 
Komoditi
Usia (HST)
populasi
bobot (kg)
harga/kg
segmen pasar
keterangan
































































































Blitar,                   2016
Koodinator kekerabatan,



Koordinator BKT



























Zaki yamani 



Agus Kurniawan
Form pemanenan


Rabu, 03 Agustus 2016


“SILATURRAHMI MORINGA”



Pola hidup yang sehat tentunya menjadi idaman bagi setiap masyarakat. Berbagai bentuk program dan kegiatan dilakukan oleh pemerintah atau elemen dibawahnya dalam rangka mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat.

            Moringa atau yang lebih dikenal “kelor” oleh suku jawa ternyata memiliki manfaat yang sangat besar, tanaman pengusir setan itu yang dikenal masyarakat jawa selama ini ternyata memiliki manfaat yang luar biasa, selain untuk kuliner kelor juga bisa dimanfaatkan untuk medis dan kecantikan hal tersebut sudah teruji nyata dari penelitian WHO (world health organization).
           
            Selasa 2 agustus 2016 tepatnya pukul 09.30 wib jajaran Camat Tanjunganom beserta Mahasiswa KKN UNDAR (univ. pesantren tinggi darul ulum jombang) yang berjumlah 10 orang bersilaturahmi ke POMOSDA dengan tujuan sowan Bapak kyai tanjung selain itu juga mengutarakan ketertarikannya berbudidaya Moringa atau “kelor” dalam bahasa jawa yang merupakan tanaman sejuta manfaat yang nantinya akan di ajarkan ke masyarakat seluruh kecamatan tanjunganom.

Sambutan hangat juga di berikan oleh Bapak kyai tanjung dalam menyambut kedatangan Pak Camat beserta mahasiswa UNDAR yang datang. Pak Camat mengutarakan kembali maksud dan tujuannya ke POMOSDA yaitu ingin belajar berbudidaya kelor dan juga membuat olahan dari tanaman kelor, dan kenapa kok di pomosda karena pak camat tahu salah satu yang sudah berbudidaya dan memproduksi produk turunan dari kelor di kab. Nganjuk salah satunya adalah POMOSDA dan juga telah melakukan seminar tentang manfaat tanaman kelor.

Pak Camat juga mengutarakan Misinya, “saya ingin masyarakat seluruh kec. Tanjunganom bisa menanam dan memanfaatkan tanaman kelor tersebut baik di kebun ataupun dihalaman rumahnya, tentunya dalam melaksanakan misi itu saya memiliki kendala, diantaranya minimnya pengetahuan masyrarkat akan banyaknya manfaat dari tanaman kelor tersebut dan juga pola pikir masyarakat yang mendoktrin tanaman kelor adalah tanaman yang bisa merontokkan ilmu dan pengusir setan”, begitu pemaparan dari Pak Camat.

Disela pembicaraan, bapak kyai tanjung juga mulai memaparkan bahwa kenapa masyarakat jawa mempunyai doktrin seperti itu. “Masyarakat jawa khususnya telah dibodohi oleh doktrin yang menyatakan akan mistisnya tanaman kelor itu, ada yang berpandangan tanaman kelor adalah tanaman setan, perontok ilmu kanuragan dan lain sebagainya, hal tersebut adalah tipu daya pada jaman penjajahan colonial belanda yang akan menghancurkan Indonesia dengan mendoktrin dan menakuti masyarakat dengan kemistisan tanaman kelor tersebut sehingga manfaat tanaman kelor tersebut tidak banyak diketahui dan tertutupi oleh doktrin mistis itu”.

Mahasiswa UNDAR juga ikut andil dalam percakapan hangat tersebut dengan melontarkan beberapa pertanyaan. “selain untuk sayuran, produk turunan apa yang sudah diproduksi dari tanaman kelor tersebut Gus”, Tanya salah satu mahasiswa.

            Tidak perlu waktu lama untuk menjawab pertanyaan tersebut, bapak kyai mulai permisi dan bangkit dari tempat duduknya menuju dapur dan kembali lagi dengan membawa 2 piring kue dengan bebrapa varian yang berbeda yang diambil dari kulkas.Terkagum dan terkesima itulah ekspresi yang bisa digambarkan dari raut wajah pak camat dan para mahasiswa. “ternyata tidak hanya kataya ya?, tapi memang benar di POMOSDA ada, keren ini Gus”, celetuk pak camat sambil menikmati kue olahan dari kelor.
Para mahasiswa UNDAR juga mengutarakan ketertarikannya akan olahan kelor yang nantinya bisa mengembangkan kegiatan UKM dan KOPMA (koperasi mahasiswa) yang ada di universitas.

            Pembincangan pun berlanjut mengenai sejauh mana program kelor di POMOSDA berjalan, Bapak kyai memaparkan program pemberdayaan yang ada di POMOSDA, antusiasme pak camat dan mahasiswa dalam menyimak menambah hangat suasana. Beberapa detik kemudian dalam hangatnya obrolan, pak toyibin muncul dengan membawa nampan yang diatasnya terdapat beberapa gelas minuman berwarna hijau tua, tidak salah lagi itu adalah teh moringa . “nah ini juga adalah salah satu produk turunan dari olahan kelor yang kami produksi, teh moringa”.papar bapak kyai sembari mempersilahkan untuk mencicipi teh moringa.
“ lhooo.. ini apa lagi, wah kalau begitu istri saya akan saya suruh belajar disini bersama ibu ibu muslimatan dan PKK. Komplit semuanya ada ” ujar pak camat dengan nada kagum.
“ wah kalau begitu kami para mahasiswa juga ingin belajar Gus” tambah dari salah satu mahasiswa. Bapak kyai pun mempersilahkan semuanya yang mau belajar bersama- sama disini.

            “O iya Gus, kami juga berencana mengadakan lomba memasak dan membuat olahan kue dari kelor, nanti minta tolon dari pomosda sebagai jurinya ya” tambah pak camat.
Bapak kyai pun meng-iyakan maksud dari pak camat tersebut.

Obrolan pun berlanjut sampai akhirnya pukul 11.45 rombongan pak camat beserta mahasiswa berpamitan pulang dan berjanji akan datang kembai lagi ke POMOSDA. Sebelum pulang pak camat beserta para mahasiswa UNDAR meminta foto bersama sebagai kenang-kenangan.

           

            

Minggu, 05 Juni 2016

cara mudah membuat vertikultur

Cara membuat vertikultur STT POMOSDA !



Lahan yang sempit memang membuat kegiatan berkebun jadi kurang leluasa, namun dengan memanfaatkan ruang secara vertikal, berkebun menjadi lebih menyenangkan dengan kuantitas yang dapat ditingkatkan. Vertikultur adalah pola bercocok tanam yang menggunakan wadah tanam vertikal untuk mengatasi keterbatasan lahan
Dalam kesempatan kali ini kami akan berbagi tentang bagimana cara pembuatan vertikultur yang pernah kami praktekkan.

1.    Persiapan alat :
a.    Kompor koki/pendaki gunung
b.    Wonderfull gas
c.    Boardmarker
d.    Gergaji pipa
e.    Selotip/lakban
f.     Cutter
g.    Pengaris
h.    Pipa besi pengungkit ukuran 2”
i.      Kain lap
j.      Timba kecil

Alat pembuatan vertikultur

2.    Persiapan bahan :
a.    Pipa paralon kuran 5” ( 5 dim )
b.    Mika

3.    Langkah – langkah pembuatan
1.    Potong pipa paralon dengan gergaji menjadi 3 bagian, masinmasing 1.3 m.
2.    Buat mal ( pola ) menggunakan mika untuk menentukan model titik tanam dan jumlah titik tanam,
Caranya, potong mika sesuai dengan keliling lingkaran, kemudian tentukan jarak tanam dan titik tanam, misal lubang tanam kita buat 6 cm dg jarak tanam kebawah 3 cm menyamping 3 cm.kita sayat luban tanam untuk mempermudah penandaannya pada saat penggambaran di pipa.


3.    Setelah mal/pola jadi, kita gambarkan pola tersebut pada pipa yang sudah kita potong tadi, dengan cara melingkarkannya keparalonnya dengan jarak antara pola dengan tepi ujung atas pipa sepanjang 10 cm, kemudian menandai titik tanam menggunakan board marker begitu seterusnya. Sisakan 30 cm dr tepi bawah untuk tempat pemasangan di pot ataupun tanah langsung.
4.    Pola yang sudah digambar pada pipa kemudian kita gergaji sesuai dengan panjang titik tanam.


5.    setelah itu nyalakan kompor gas nya ( wonderfuel gas ) api diatur sedang-sedang saja, kemudian dekatkan pada sekitar lubang tanam yg sudah digergaji secara melingkar

Atur kelunakan pipa paralon yang dipanasi, jamagam terlalu lunak/panas dan juga terlalu keras.

6.    Kemudin ungkit lubang yang dipanasi tadi dengan pipa besi secara vertical kebawah kemudian keatas.
    


7.    Setelah itu lap bagian yang sudah diungkit tadi dengan lap/kain basah, tujuannya agar hasil ungkitan lubang tadi tidak kembali kesemula,atau untuk mengeraskan bentuk yang diinginkan, ulangi langkah tersebut sejumlah lubang yang diinginkan.



8.    Verti selesai dan siap dipasang.



9.    Vertikultur yang sudah jadi bisa langsung dipasang baik didalm pot kecil atau langsung pada tanah, disesuaikan dengan kondisi lahan dan keinginan. Dan cara berudidayanya pun mudah. Bisa ditunggu di artikel selanjutnya.

%%%%%%%%%% SELAMAT MENCOBA &&&&&&&&&&&&&
jatayu.pomosda.or.id
                                          

“WUJUDKAN SEMANGAT PANCASILA MELALUI BERCOCOK TANAM”

“WUJUDKAN SEMANGAT  PANCASILA  MELALUI  BERCOCOK  TANAM”



Rabu, tangga 1 juni 2016 merupakan hari bersejarah bagi masyarakat Indonesia dimana pada tanggal tersebut diperingatilah hari lahirnya pancasila. Dari berbagai elemen masyarakat ikut andil memeriahkan hari lahirnya lamabang Negara Indonesia itu, baik dipenringati dengan pengadaan upacara resmi, seminar nasional, orasi mahasiswa atau ada juga yang mengisi peringatan hari bersejarah itu dengan hal yang bermanfaat seperti yang dilakukan mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis ( FEB ) kampus UNAIR ( universitas airlangga- Surabaya) yang tergabung dalam komunitas “eco-campus” yaitu dengan mengadakan belajar besama dengan tema “pemanfaatan lingkungan”.

Dalam acara tersebut TIM PERTANIAN POMOSDA ikut andil dalam memeriahkan acara tersebut sebagamiana untuk menghadiri undangan dari kampus FEB-UNAIR.
TIM PERTANIAN POMOSDA yang berangkat beranggotakan 4 orang yaitu : pak mad sholeh, pak puji setiaan, alkaf rimba tasawuf dan jepri restu budiaji.
TIM PERTANIAN POMOSDA diundang dalam rangka untuk sharing dan belajar bersama bagaimana memanfaatkan lingkungan itu dengan system vertikultur.

            Antusiasme mahasiswa yang hadir menggambarkan perwujudan semangat pancasila yang menyala dikalangan mahasiswa hal tersebut terlihat dari jumlah peserta yang hadir, yaitu sekitar 70 mahasiswa. Pukul 13.00 wib di ruangan 211 kampus FEB-UNAIR acara pertama pun dimulai, dibuka oleh Bu Maryani salah satu dosen Fakultas Ekonomi Bisnis ( FEB ) kampus UNAIR dan juga menjabat sebagai pembimbing komunitas “eco-campus” kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan dari TIM PERTANIAN POMOSDA yang diwakili oleh pak mad sholeh dan pak puji mengenai pemanfaatan lahan sela dengan vertikultur besert cara pembuatannya. Secara garis besar hal yang disampaikan adalah, betapa pentingnya kita menjaga dan memperhatikan lingkungan agar terawat dan mempunyai nilai estetika sehingga indah dipandang mata bahkan kalau bisa samapai bernilai  ekonomis. Untuk memecahkan teka-teki diatas vertikulturlah salah satu solusinya.. “Vertikultur merupakan metode tanam secara vertical ( keatas ) dengan memanfaatkan pipa PVC ( paralon ) berukuran 5” atau 6” ( dim ) dengan dilubangi sesuai pola yang ada. Dengan metode vertikultur, pipa berukuran 1,3 M bisa menghasilkan 28 titik tanam sehingga cukup relevan untuk yang memeiliki lahan sempit dan ingin tamannya terlihat asri dan bernilai ekonomis”, tambah pak puji.

            Dari pemaparan pak mad sholeh dan pak puji pun muncul berbagai pertanyaan dari mahasiswa yang sangat bervariatif, diantaranya “ bagaimanakah metode penyiraman dari pola budidaya sayur vertikultur tersebut pak? Mungkinkah kita sebagai mahasiswa bisa melakukan itu,sedangkan kami banyak jam kuliah perhari “, ujar Sabrina salah satu anggota komunitas “eco-campus”.  “ penyiraman bisa dialukan pagi dan sore hari dengan waktu yang singkat,bisa dilakukan sebelum berangkat kuliah dan sepulang kuliah. Adapun metode penyiraman salah satunya dengan mengunakan metode “infus” yaitu dengan memanfaatkan botol aqua bekas yang diletakkan terbalik diatas vertikultur dengan tutup otol dilubangi sebesar luang paku untuk tempat menetesnya air dan bagian bawah botol dilubangi untuk memudahkan pengisian air waktu penyiraman. Sangat mudah dan simple “, tegas pak mad sholeh.

            Setelah acara indoor dirasa cukup,acara selanjutnya adalah simulasi pembuatan dan penanaman vertikultur di taman dekan kampus FEB-UNAIR yang diikuti oleh komunitas eco-campus beserta TIM PERTANIAN POMOSDA.
Simulasi dilakukan bersama sama sesuai dengan tahapan-tahapan yg ada, ada yang memulai mencampur media tanam, ada yang memotong paralaon, ada yang melubangi titik tanam di paralon dan ada juga yang mulai mengisikan media tanam.
Setelah 6 vertikultur berhasil dibuat maka para mahasiswa memulai mengisi media tanam ke vertikultur dengan campuran media 1 : 1 ( tanah : kompos ). Setelah itu penyiraman pun dilakukan sebelum benih kangkung dan bayam ditanamkan. Setelah media tanam basah kemudian para mahasiswa berantusias dalam melakukan penanaman benih kangkung dan bayam,sembari memeunculkan pertanyaan pertanyaan yang ada terkait metode penanaman dan perawatan. Semua dijawab tuntas oleh pak mad  sholeh dan pak puji setiawan agar bisa mendapatkan esensi dalam kegiatan tersebut.

Setelah acara penanaman selesai tepatnya pukul 15.15 wib, kemudian ditutup oleh Bu Maryani sembari menambahkan motivasi kepada peserta didiknya untuk lebih memanfaatkan lingkungan yang ada dan terutama yang ada dsekitar kita dengan pemanfaatan yang bijak, serta mengucapkan rasa terimakasih dan salam kepada bapak kyai ( pimpinan pomosda ) yang telah memberikan banyak ilmu kepada kami serta memberikan kesempatan untuk menimba ilmu bersama pomosda. Selanjutnya acara dialkukan dengan sesi foto bersama sebelum TIM PERTANIAN POMOSDA meninggalkan halaman kampus.